2 oktober hari batik
in

Arti Corak Batik Nusantara

Masing-masing corak batik memiliki perlambangan masing-masing

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik Nusantara telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Namun, siapa sangka ragam corak dan warna batik memiliki arti dan makna tertentu yang hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu.

Dalam upacara-upacara adat, batik dengan corak tradisional biasanya tiap-tiap corak memiliki perlambangan masing-masing.

Berikut 13 Arti, Mana, dan Simbol Corak Batik Nusantara

1. Batik Ceplok

Batik corak ceplok berasal dari Jogja
Batik corak ceplok berasal dari Jogja

Batik ini berasal dari Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Pola batik ceplok terinspirasi dari buah kawung yang dibelah empat, melambangkan Empat Kebenaran Mulia dalam agama Buddha. Bisa dibilang motif batik ceplok adalah pola dasar motif batik kawung.

2. Batik Cuwiri

Batik Cuwiri digunakan untuk memperingati tujuh bulan masa kehamilan
Batik Cuwiri digunakan untuk memperingati tujuh bulan masa kehamilan

Batik motif cuwiri berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah. Batik cuwiri memiliki corak warna-warninya yang berasal dari tanaman soga.

Jenis batik ini biasanya digunakan dalam upacara mitoni atau tingkepan, yang memperingati tujuh bulan masa kehamilan seorang ibu. Kata cuwiri sendiri berarti ‘kecil-kecil’.

3. Batik Gajah Oling

Batik Gajah Oling, filosofinya manusia untuk senantiasa mengingatkan yang Maha Besar
Batik Gajah Oling, filosofinya manusia untuk senantiasa mengingatkan yang Maha Besar

Gajah Oling adalah ragam hias atau motif yang identik dengan Banyuwangi, Jawa Timur. Gajah Oling, khususnya bagi kalangan pembatik, dipercaya sebagai motif paling tua di antara motif-motif batik Banyuwangi lainnya.

Selain batik, ragam hias Gajah Oling juga banyak diterapkan pada aneka rupa budaya visual, seperti mural, ukiran, dekorasi dan grafis.

Gajah Oling diambil dari kata gajah yang berarti hewan besar dan oling yang artinya mengingat dalam bahasa Using. Filosofinya adalah supaya manusia senantiasa mengingat yang Maha Besar.

4. Batik Lereng

Motif batik lereng menyimbolkan kesuburan
Motif batik lereng menyimbolkan kesuburan

Pada zaman dahulu corak batik lereng hanya boleh digunakan oleh anggota Keraton Kartasura, Jawa Tengah.

Motif ini dibuat ketika keluarga Keraton Kartasura kabur ke daerah pegunungan dan bersemedi untuk mendapatkan wahyu, lalu mereka melihat lereng pegunungan dan menyalurkan visi tersebut ke motif batik loreng. Motif batik ini menyimbolkan kesuburan.

5. Batik Kawung

Motif batik kawung hanya boleh digunakan oleh anggota Keraton
Motif batik kawung hanya boleh digunakan oleh anggota Keraton

Batik kawung berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah. Motif batik yang hanya boleh digunakan oleh anggota Keraton. Batik ini adalah salah satu tipe batik paling tua di Indonesia, dan kabarnya, motif ini memiliki dua macam arti yang berbeda.

Beberapa orang percaya bahwa motif batik kawung terinspirasi dari buah kawung (sejenis buah aren) yang dibelah dua, tapi ada pula yang yakin bahwa motif ini berasal dari bentuk jenis kumbang yang disebut kwangwung. 

Motif batik ini dapat ditemukan pada beberapa dinding candi Hindu kuno, diantaranya Candi Prambanan, jadi batik ini dipercayai telah ada sejak abad kesembilan.

Meskipun begitu, batik kawung baru dikembangkan pada masa kepemimpinan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan menjadi salah satu motif batik larangan.

6. Batik Mega Mendung

Batik mega mendung melambangkan luasnya dunia
Batik mega mendung melambangkan luasnya dunia

Sejarah batik mega mendung berkaitan dengan kedatangan masyarakat Cina ke Cirebon pada abad ke-16.

Pada saat itu, Sunan Gunungjati yang sedang mengajarkan agama Islam di Cirebon menikah dengan Ratu Ong Tien dari Cina, dan ia membawa beberapa karya seni yang bermotif awan dari negara asalnya.

Awan adalah simbol dunia atas dalam paham Taoisme, dan oleh karena itu, motif mega mendung bisa melambangkan luasnya dunia.

7. Batik Parang Rusak

Batik Parang Rusak menjadi simbol konflik yang dialami manusia dalam menghadapi kejahatan
Batik Parang Rusak menjadi simbol konflik yang dialami manusia dalam menghadapi kejahatan

Parang diambil dari kata ‘pereng’ yang berarti pereng (lereng) tebing, itu sebabnya pola batik yang berasal dari Kartasura, Jawa Tengah, ini memiliki bentuk diagonal.

Kabarnya, motif batik parang rusak ini diambil dari bentuk ombak yang menghantam karang pantai, menjadi simbol konflik yang dialami manusia dalam menghadapi kejahatan.

8. Batik Pring Sedapur

Batik pring sedapur memiliki makna filosofi membentuk satu kekuatan
Batik pring sedapur memiliki makna filosofi membentuk satu kekuatan

Batik ini merupakan Batik khas daerah Magetan yang berasal dari sebuah desa di lereng Gunung Lawu yang sarat dengan pohon bambu. Tepatnya di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan.

Pring dalam bahasa Jawa adalah bambu. Pring Sedapur berarti serumpun pohon bambu. Motif batik pring sedapur memiliki makna filosofi yang sangat tinggi.

Tanaman bambu biasa hidup bergerombol dan membentuk satu kekuatan, dan jika diurai bisa menjadi tali yang erat.

9. Batik Sekar Jagad

Batik Sekar Jagad diyakini bikin pemakainya mempesona
Batik Sekar Jagad diyakini bikin pemakainya mempesona

Batik Sekar jagad yang berasal dari Yogyakarta ini diambil dari kata ‘kar dan jagad’ yang berarti peta dunia dalam bahasa Jawa. Motifnya pun tampak seperti kumpulan pulau.

Selain itu, ada pula yang percaya bahwa sekar jagad berasal dari kata ‘sekar’ yang berarti bunga dan ‘jagad’ yang berarti dunia, membuat motif batik ini sebagai lambang keindahan beragam bunga yang ada di dunia.

10. Batik Sidoasih

Batik Sidoasih agar pernikahan mereka penuh cinta dan kasih sayang
Batik Sidoasih agar pernikahan mereka penuh cinta dan kasih sayang

Batik Sidoasih berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah. Kata Sidoasih adalah gabungan dari dua kata: ‘sido’ yang berarti terus-menerus, dan ‘asih’ yang berarti sayang. Nah, jadi kira-kira sidoasih berarti kasih sayang yang tidak pernah berhenti.

Karena memiliki arti kasih sayang, batik sidoasih biasanya digunakan oleh pengantin Jawa agar pernikahan mereka penuh cinta dan kasih sayang.

11. Batik Tambal

Batik tambal digunakan untuk menyelimuti dan menyembuhkan orang yang sakit
Batik tambal digunakan untuk menyelimuti dan menyembuhkan orang yang sakit

Bisa ditebak dari namanya kalau motif batik ini bertujuan untuk melekatkan sesuatu untuk memperbaiki hal-hal yang rusak.

Batik yang berasal dari Yogyakarta ini terdiri dari gabungan beragam motif batik yang digabung menjadi selembar kain.

Dan karena makna dibaliknya, batik tambal biasanya digunakan untuk menyelimuti dan menyembuhkan orang yang sakit.

12. Batik Truntum

Batik truntum sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum)
Batik truntum sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum)

Motif Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Dia menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai.

Kadang dimaknai pula bahwa orangtua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

13. Batik Ulamsari Mas

Batik ulamsari mas menunjukkan kekayaan alam Bali
Batik ulamsari mas menunjukkan kekayaan alam Bali

Batik ulamsari mas adalah salah satu motif batik yang berasal dari Bali. Motif ini biasanya menampilkan ikan dan udang, menunjukkan kekayaan alam Bali dan mata pencaharian yang populer di kalangan masyarakat Bali, yaitu nelayan.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Truntum dan https://id.wikipedia.org/wiki/Batik

Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0