Baca Doa Bangun Tidur Sebagai Rasa Syukur
Photo by Ylanite Koppens on Pexels.com
in

Baca Doa Bangun Tidur Sebagai Rasa Syukur, Yuk Lakukan!

Makna Wujud Rasa Bersyukur dengan Membaca Doa Bangun Tidur

Katalogue.id- Baca doa bangun tidur sebagai rasa syukur dan rasakan hebatnya setelah Anda membacanya. Nikmat tersendiri yang diberikan oleh Allah SWT saat Anda bangun tidur di pagi hari, karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas. Dan masih diberikan energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Dalam islam diajarkan bahwa setiap umat untuk selalu memanjatkan doa sebelum ataupun sesudah melakukan aktifitas. Doa bangun tidur adalah salah satu senjata untuk melawan godaan Shayton setiap kali dia mengajak Anda untuk tidur lebih lama. 

Sebagai Muslim, setiap doa yang diberikan kepada kita adalah untuk keuntungan kita sendiri dan ketika kita melakukan doa ini ke dalam hati, itu dapat membantu kita dalam upaya kita untuk menjadi Muslim yang lebih baik, insya’Allah.

Berikut penjelasan bacaan doa bangun tidur, arti dan makna.

Dalam bacaan Arab

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Dalam bacaan Latin

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”

Arti Doa Bangun Tidur

“Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Makna Doa Bangun Tidur

Baca doa bangun tidur sebagai rasa syukur. Seperti ditulis wisatanabawi.com Di saat Anda tidur, anggota badan secara keseluruhan akan terasa mati dan tidak dapat berfungsi. Anda bisa tidur dan bangun tidur, bukan atas kemauan dan kemampuan diri sendiri. Melainkan itu kehendak Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk bernafas atau tidak.

Baca Doa Bangun Tidur Sebagai Rasa Syukur. Foto Oleh : wikihow.com

Jika Allah berkehendak maka mudah saja bagi-Nya untuk mengakhiri kehidupan kita. Sungguh, tanpa penjagaan dan pemeliharaan Allah, kehidupan itu mustahil didapatkan.

Bacaan “Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….”

Yakinilah dan sadarilah hal ini dengan sepenuh hati di saat kita melantunkan pujian doa“Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.

Syukuri Nikmat Kehidupan

Sebab, nikmat hidup adalah nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia. Selain nikmat hidup, semua ada di bawahnya.

  • Nikmat masih diberikan waktu untuk menjalani taubat dan berbuat taat kepada Allah SWT.
  • Nikmat masih diberikan bekerja, berkarya dan kesenangan dunia.

Tidakkah kita berpikir, betapa menyesal dan betapa merana orang-orang yang telah kehilangan nikmat hidup ini. Namun, jika nikmat hidup itu telah terenggut, maka hilanglah semua yang kita miliki, sirnalah semua harapan dan cita-cita yang kita punya.

Ungkapan Penyesalan Ditulis dalam beberapa ayat:

Surah Al Munafiquun ayat 10:

رَبِّ لَوۡ لَاۤ اَخَّرۡتَنِیۡۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَ اَکُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Artinya:

“…Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?” (QS. Al-Munafiquun ayat 10).

Surah Al Sajdah ayat 12:

رَبَّنَاۤ اَبۡصَرۡنَا وَ سَمِعۡنَا فَارۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَالِحًا اِنَّا مُوۡقِنُوۡنَ

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah ayat 12).

Saudaraku, jika di pagi ini kita masih diberi nikmat hidup. Betapapun buruknya kondisi kesehatan kita, betapapun minimnya harta yang kita punya, maka kita wajib bersyukur atas nikmat yang besar tersebut.

Berikut pesan tersirat dalam doa bangun tidur:

  1. Jikalau pada pagi ini Anda dapat bangun dan merasa sehat, bersykurlah dikarenakan Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak bisa bertahan hidup hingga hari ini.
  2. Jikalau pada pagi ini Anda bisa bangun dan merasakan kesehatan badan yang luar biasa, keluarga dalam keadaan utuh dan selamat. Dan masih memiliki persediaan makanan yang cukup untuk hari ini, maka banyaklah bersyukur. Karena nikmatnya dunia telah anda rasakan.
  3. Jikalau pada pagi ini Anda bangun dan memiliki persediaan makanan di kulkas, baju di lemari dan berlindung pada atap tempat tinggal Anda maka banyaklah bersyukur. Karena Anda masih merasakan berkecukupan dibanding penduduk lain yang masih dalam kekurangan.
  4. Jikalau pada pagi ini Anda bangun dan memiliki tempat tinggal yang layak, memiliki cukup makanan dan mendapatkan pekerjaan yang Anda idamkan, maka banyaklah bersyukur. Karena Anda merupakan bagi dari kelompok yang terpilih.

Jika Anda telah dapat memahami dan mengamalkan pesan ini, maka saat Anda bangun tidur dan mendapatkan persediaan makanan di rumah anda habis. Maka Anda masih bisa tertawa karena ternyata Anda masih diberi kehidupan dan dianugerahi kesehatan.

Pahamilah dan sadarilah hal ini, maka Anda akan mendapatkan bahwa bisa bangun tidur di pagi hari merupakan sesuatu yang sungguh luar biasa. Sebuah nikmat yang wajib untuk disyukuri.

Bacaan “….Wailaihin nusyuur”

Maka, kita baca terusan doanya, “….Wailaihin nusyuur” ( (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan, hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Perlu Anda ketahui kenapa ketika bangun tidur disarankan untuk mengingat “an-nusyur”?

“an-nusyur” adalah kebangkitan dari kubur

Yaitu, kebangkitan setelah kita mengalami kematian yang panjang di alam barzakh.

Sementara, tidur adalah saudaranya mati. Kemudian saat bangun, kita dihidupkan kembali oleh-Nya. Dengan ini, dapat dikatakan bahwa bangun tidur sebenarnya juga merupakan peristiwa kebangkitan, yakni kebangkitan manusia dari kubur menuju alam kehidupan yang abadi.

Mengingat “an-nusyur” saat bangun tidur, kita diharapkan sadar akan kebangkitan yang kedua.

Yaitu kebangkitan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Kita juga diharapkan mengerti betapa berharganya kehidupan saat ini (dunia), sebagai bekal nanti di saat bangun dari kematian (kehidupan akhirat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0