in

Brighton vs MU: Saktinya “Voucher Penalti Manchester”

brighton vs MU Kesaktian Voucher Penalti Manchester
brighton vs MU Kesaktian Voucher Penalti Manchester

Manchester United secara dramatis mengamankan kemenangan pertama mereka di Liga Premier Inggris musim ini. Poin penuh didapatkan oleh MU dengan susah payah mengalahkan brighton 3-2 pada hari Sabtu kemarin (26/09).

Brighton lebih dulu unggul pada menit ke-40 melalui sepakan penalti Neal Maupay. MU kemudian bisa menyamakan skor pada menit ke-43 setelah Lewis Dunk mencetak gol bunuh diri.

Memasuki babak kedua, the red devils berbalik unggul usai Marcus Rashford mampu mencetak gol di menit ke-55. Brighton yang tidak mau malu di kandang sendiri, baru bisa menyamakan skor dari sundulan Solly March pada menit ke-95.

namun drama menarik terjadi ketika sang wasit telah meniupkan peluit akhir pertandingan dengan skor 2-2. Tak lama berselang, wasit mendapatkan informasi bahwa VAR menyatakan bola mengenai tangan pemain brighton di menit 90 + 10.

Atas dasar itu wasit pun kemudian menunjuk titik putih bagi MU. Bruno Fernandes pun berhasil melaksanakan tugasnya mengeksekusi penalti. Kemenangan dan poin penuh pun didapatkan MU ketika bertandang ke Amex Stadium markas Brighton & Hove Albion.

Perdebatan terjadi di media sosial, sebab MU mendapat penalti saat laga sudah bubar. Pertanyaannya, apakah bisa VAR membatalkan laga yang sudah habis dan melanjutkan laga sesuai peristiwa terakhir?

Jawabannya adalah iya. Momen hand ball Maupay terjadi sebelum peluit panjang dibunyikan wasit. Artinya, pelanggaran yang tercipta masih dalam pertandingan, dan VAR bisa atau berhak meninjaunya kembali sebab tak ada batasan waktu.

Setelah ditinjau, maka wasit berhak melanjutkan pertandingan sesuai hukum pertandingan yang berlaku. Dengan situasi itu, maka MU bisa mendapat penalti, dengan melanjutkan pertandingan lagi.

“Proses peninjauan harus diselesaikan seefisien mungkin, tetapi akurasi keputusan akhir tetap lebih penting daripada kecepatan. Untuk alasan ini, dan karena beberapa situasi rumit dengan beberapa keputusan / insiden yang dapat ditinjau, tidak ada batas waktu maksimum untuk proses review,” tulis pernyataan IFAB.

“Wasit kemudian bisa mengambil/mengubah/membatalkan setiap tindakan disipliner (jika sesuai) dan memulai kembali permainan sesuai dengan Hukum Permainan,” jelas pernyataan IFAB.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0