Beginilah bunyi hukum newton 1, 2, 3: rumus dan contoh.
in

Bunyi Hukum Newton 1, 2, 3: Rumus dan Contoh

Isi Hukum Newton 1 2 3

Katalogue.id – Beginilah bunyi hukum newton 1, 2, 3: rumus dan contoh. Hukum Newton merupakan hukum yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada benda dan gerak yang disebabkannya. Diketahui bahwa hukum newton erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dihitung gayanya menggunakan rumus tertentu. 

Seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris bernama Sir Isaac Newton sangat berjasa dalam ilmu fisika yang berkaitan dengan dinamika. Dari pengamatan dan percobaan, dia menemukan Hukum Newton yang terbagi menjadi tiga bagian.

Menurut kalender Julianus, Newton dilahirkan pada 25 Desember 1642. Sedangkan apabila menggunakan perhitungan kalender Gregorian, Newton lahir pada 4 Januari 1643. Kerajaan Inggris sendiri mulai memberlakukan sistem penanggalan Gregorian pada tahun 1752. 

Perkembangan fisika tidak bisa dilepaskan dari peran para fisikawan. Mereka-mereka inilah yang membuat fisika terus berkembang sehingga misteri-misteri yang ada di alam semesta bisa terpecahkan. Einstein melalui teori relativitas khususnya menguak misteri ruang dan waktu.

James Peebles, Michel Mayor, dan Didier Queloz (para fisikawan peraih nobel fisika 2019) berhasil memperluas pengetahuan kita akan keberadaan bumi di alam semesta melalui kosmologi fisis dan penemuan ekstrasolar. 

Hukum Newton menemukan adanya pengaruh gaya pada suatu benda saat bergerak. Hukum Gerak Newton menjadi hukum dasar dinamika dengan merumuskan pengaruh gaya terhadap perubahan gerak benda. Rumusan ini lantas dikenal luas sebagai Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3

Bunyi Hukum Newton 1 2 3

Beginilah bunyi hukum newton 1, 2, 3: rumus dan contoh.
Beginilah bunyi hukum newton 1, 2, 3: rumus dan contoh. Photo by Pixabay on Pexels.com

Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.

Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad. Dilansir dari laman tirto.id begini bunyi hukum newton 1 2 3 simak yuk!

Hukum Newton 1

Hukum Newton 1 menerangkan, apabila resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, benda yang awalnya diam akan selamanya diam. Sementara benda yang awalnya bergerak lurus beraturan juga akan selamanya lurus beraturan dalam kecepatan tetap.

Pada Hukum Newton 1, sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaannya disebut dengan sifat kelembaman atau inersia. Hukum Newton 1 lantas disebut pula Hukum Kelembaman dan ini rumus hukum newton 1.

Rumus Hukum Kelembaman: ∑F = 0 atau Resultan Gaya (kg m/s2)

Bentuk dari momen inersia beragam seperti momen inersia linear, momen inersia massa, momen inersia polar atau kutub. Besaran tegangan-tegangan pada bahan seperti tegangan lengung dan tegangan puntir, menghitungnya berdasarkan momen inersia.

Contoh dari penerapan Hukum Newton I adalah ketika mobil melaju sangat kencang kemudian direm mendadak, penumpang akan tiba-tiba terdorong ke depan.

Hukum Newton 2

Hukum Newton 2 menerangkan, percepatan sebuah benda akan berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya serta berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan akan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya.

Melalui hukum ini, gaya benda menjadi semakin besar ketika mendapatkan dorongan gaya searah laju arah benda tersebut. Sebaliknya, jika diberikan gaya berlawanan (gaya tolak) melawan gaya benda itu, laju gaya akan melambat atau mengecil karena terjadi perubahan kecepatan dan perubahan laju.

Besar kecilnya perlambatan atau percepatan yang diberikan pada benda maka memengaruhi arah gerak benda. Rumus Hukum Newton 2 sebagai berikut ini:

F = m.a, dengan “F” adalah gaya (N), “m” adalah massa benda (kg), dan “a” adalah percepatan (m/s2).

Contoh dari penerapan Hukum Newton II adalah ketika mendorong sebuah kursi kecil dan lemari, kita membutuhkan gaya lebih besar untuk mendorong lemari karena massa lemari lebih besar daripada kursi

Hukum Newton 3

Hukum Newton 3 menerangkan, setiap aksi akan menimbulkan sebuah reaksi. Apabila suatu benda memberi gaya pada benda lain, benda yang mendapat gaya itu akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, tetapi arahnya akan berlawanan.

Dari hukum ini diketahui tiap aksi berkonsekuensi memunculkan reaksi, atau bisa dikatakan ada sebab dan akibat. Pemberian gaya sebab, menghasilkan gaya akibat. Gaya aksi reaksi bekerja saling berlawanan dan bekerja pada benda yang berbeda-beda. Rumus Hukum Newton 3 ada tiga jenis sebagai berikut:

Rumus gaya gesek: Fg = u x N, dengan Fg = gaya gesek (N), u = koefisien gesekan, dan N = Gaya normal (N
Rumus gaya berat: w = m x g, dengan w = Gaya berat (N), m = massa benda (kg), dan g = gravitasi Bumi (m/s2)
Rumus berat sejenis: s = p x g, dengan s = berat jenis (N/m3),p = massa jenis (kg/m3), dan g = berat benda (N)

Contoh penerapan pada hukum Newton III adalah saat melompat, kaki akan memberi gaya ke tanah dan tanah akan memberi gaya berlawanan arah sehingga badan akan terdorong ke udara.


Sampai disini dulu informasi tentang kategori EDUKASI, untuk artikel lainnya bisa Anda simak pada tautan berikut ini Katalogue.id. Tetap Gunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0