Begini proses terjadinya hujan hingga kemana perginya air hujan.
Photo by Min An on Pexels.com
in

Proses Terjadinya Hujan Hingga Kemana Perginya Air Hujan

Proses Terjadinya Hujan: Evaporasi, Kondensasi dan Presipitasi

Katalogue.id – Begini proses terjadinya hujan hingga kemana perginya air hujan. Fenomena hujan merupakan bagian dari proses terbentuknya air. Ketika air tersebut jatuh ke bumi, saat itulah disebut sebagai hujan. Namun, tidak semua air yang jatuh tersebut dapat mencapai permukaan bumi.

Beberapa di antaranya akan menguap sebelum jatuh pada permukaan bumi. Kondisi ini sering terjadi pada daerah yang panas dan kering seperti padang gurun.

Hujan adalah sumber air bersih utama pada sebagian besar wilayah di dunia. Air yang dihasilkan oleh hujan akan membantu berbagai ekosistem, termasuk membantu irigasi bahkan pembangkit listrik tenaga air.

Kehidupan manusia sangat tergantung dengan keberadaan air. Salah satu sumber air adalah hujan. Hujan menjadi sumber air yang penting jika sumber air bersih lainnya seperti sungai, danau, atau sumur tidak bisa diakses.

Apa Saja Bentuk Hujan?

Bentuk-bentuk hujan dapat tergantung pada proses terjadinya hujan itu sendiri. Berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya, hujan dibedakan menjadi lima bentuk. Inilah bentuk hujan yang perlu Anda ketahui.

Begini proses terjadinya hujan hingga kemana perginya air hujan.
Begini proses terjadinya hujan hingga kemana perginya air hujan. Photo by Annika Thierfeld on Pexels.com

Hujan Deras

Hujan deras adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter >7,0 mm. Tetes-tetes pada hujan deras umumnya dihasilkan dari awan-awan yang tebalnya beberapa kilometer.

Dan jatuhan hujan tertinggi (lebat) dihasilkan dari awan-awan jenis Cumulus yang tingginya bisa mencapai 10 kilometer atau lebih dengan arus udara naik yang kuat di dalamnya.

Hujan Salju

Hujan Salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 Celcius. Sebagian besar dari kristal es ini bercabang yang kadang-kadang berbentuk seperti bintang.

Kristal-kristal es ini disebut keping salju. Kristal-kristal es juga bisa berbentuk seperti jarum, butiran atau lempengan dan disebut sebagai prisma-prisma es.

Hujan Es

Hujan es atau biasa disebut juga hujan batu merupakan hujan berupa butiran es. Hujan es sendiri terjadi karena arus udara yang sangat banyak mengandung uap air yang akan bergerak secara vertikal lalu akan mencapai ketinggian udara yang tinggi.

Hujan es biasanya diikuti oleh hujan yang sangat lebat dan terjadi pada siang hari.

Hujan Gerimis

Hujan gerimis atau juga dapat disebut rintik-rintik hujan adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter < 0,5 mm. Hujan rintik-rintik merupakan hujan yang hanya menurunkan rintik-rintik air dari langit yang tidak terlalu deras.

Hujan rintik-rintik ini biasanya hanya terjadi pada awan yang memiliki lapisan rendah dan dekat dengan permukaan bumi.

Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat keasaman tinggi. biasanya air hujan ini mengandung senyawa NO3 atau H2S.

Hujan asam disebabkan oleh pencemaran udara yang berasal dari asap atau pemanasan global yang menyebabkan tumbulnya endapan asam yang sangat tinggi. Karena tingkat keasamannya, hujan ini dapat merusak lingkungan.

Proses Terjadinya Hujan

Air hujan sangat bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian, industri, hingga pembangkit listrik. Air hujan bisa digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Air hujan tidak sesederhana air yang turun dari langit.

Proses terjadinya hujan tidak terlepas dari proses siklus air. Tahapan terjadinya hujan secara umum terbagi menjadi tiga tahap: evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Dikutip dari laman id.berita.yahoo.com beginilah proses terjadinya hujan.

Penguapan (Evaporasi)

Proses terjadinya hujan yang pertama adalah penguapan atau evaporasi. Energi panas yang dimiliki oleh matahari membuat air yang berada di laut, sungai,danau, dan sumber air dipermukaan bumi lainnya mengalami proses evaporasi atau yang biasa dikenal dengan penguapan.

Evaporasi merupakan proses perubahan air yang berwujud cair menjadi gas sehingga air berubah menjadi uap-uap air dan memungkinkanya untuk naik ke atmosfer bumi.

Semakin tinggi panas matahari jumlah air yang menjadi uap air dan naik ke atmosfer bumi juga akan semakin besar.

Pengembunan (Kondensasi)

Uap-uap air yang naik pada ketinggian tertentu akan mengalami proses pengembunan atau kondensasi. Proses kondensasi terjadi dimana uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil.

Perubahan wujud uap air menjadi es tersebut terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut. Partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu satu sama lain sehingga membentuk awan.

Semakin banyak partikel yang bergabung, awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam. Proses bergabungnya es atau tetes-tetes air menjadi awan ini disebut dengan koalensi.

Pada proses terjadinya hujan ini, es atau tetes air memiliki ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran ini tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5 cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih tinggi sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh ke bumi.

Pengendapan (Presipitasi)

Presipitasi merupakan proses terjadinya hujan yang terakhir. Proses prespitasi adalah proses mencairnya awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada proses inilah hujan terjadi. Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi.

Awan-awan yang terbentuk kemudian tertiup oleh angin dan mengalami perpindahan dari satu tempat ketempat lainnya. Proses ini disebut adveksi. Adveksi adalah proses perpindahan awan dari satu titik ke titik lain dalam satu garis horizontal akibat arus angin atau perbedaan tekanan udara.

Adveksi memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan. Awan-awan yang terbawa angin ini akan semakin besar ukurannya karena terus menyatu dengan awan lainnya.

Butir-butir es yang ada pada awan akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi hingga akhirnya jatuh ke permukaan bumi. Ketika jatuh butiran-butiran es ini akan melalui lapisan udara yang lebih hangat di dalamnya sehingga mengubah butiran es tersebut menjadi butiran air.

Hangatnya lapisan udara membuat butiran air tersebut sebagian menguap kembali keatas dan sebagian lainnya terus turun kepermukaan bumi. Butiran air yang turun ke bumi inilah disebut sebagai hujan.

Jika suhu udara di sekitar awan terlalu rendah hingga berkisar minus 0 derajat Celcius, presipitasi memungkinkan terjadinya hujan salju. Awan yang mengandung banyak air akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran salju tipis seperti yang dapat kita temui di daerah beriklim sub tropis.


Sampai disini dulu informasi tentang kategori EDUKASI, untuk artikel lainnya bisa Anda simak pada tautan berikut ini Katalogue.id. Tetap Gunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0