Sejarah peristiwa terjadinya Bandung Lautan Api.
Photo by Pixabay on Pexels.com
in

Sejarah Peristiwa Terjadinya Bandung Lautan Api

Mengenal Fakta Bandung Lautan Api

Katalogue.id – Mengetahui sejarah peristiwa terjadinya Bandung Lautan Api. Bandung Lautan Api menjadi salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan diabadikan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti lagu atau film.

Aksi bumi hangus di Bandung dipandang sebagai taktik yang dirasa paling ideal dalam situasi saat itu karena kekuatan pasukan Republik Indonesia tidak sebanding dengan kekuatan Sekutu dan NICA.

Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Salah satu titik penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia ini ditandai dengan pengosongan dan pembakaran Bandung oleh rakyat dan tentara agar tidak dijadikan markas pasukan Sekutu dan NICA (Belanda).

Kronologi Terjadinya Bandung Lautan Api

Dilansir dari laman tirto.id inilah kronologi Bandung Lautan Api. Pasukan sekutu mulai melancarkan propaganda. Rakyat Indonesia diperingatkan agar meletakkan senjata dan menyerahkannya kepada Sekutu. Pihak Indonesia tidak menggubris ultimatum tersebut.

Angkatan perang RI merespons dengan melakukan penyerangan terhadap markas–markas Sekutu di Bandung bagian utara, termasuk Hotel Homan dan Hotel Preanger yang menjadi markas besar Sekutu, pada malam tanggal 24 November 1945.

Sejarah peristiwa terjadinya Bandung Lautan Api.
Sejarah peristiwa terjadinya Bandung Lautan Api.

Pada 27 November 1945, Kolonel MacDonald selaku panglima perang Sekutu sekali lagi menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, Mr. Datuk Djamin, agar rakyat dan tentara segera mengosongkan wilayah Bandung Utara.

Peringatan yang berlaku sampai tanggal 29 November 1945 pukul 12.00 harus dipenuhi. Jika tidak, maka Sekutu akan bertindak keras. Ultimatum kedua itu pun tidak digubris sama sekali. Beberapa pertempuran terjadi di Bandung Utara. Pos-pos Sekutu di Bandung menjadi sasaran penyerbuan.

Peringatan Perdana Menteri RI

Tanggal 17 Maret 1946, Panglima Tertinggi AFNEI di Jakarta, Letnan Jenderal Montagu Stopford, memperingatkan kepada Soetan Sjahrir selaku Perdana Menteri RI agar militer Indonesia segera meninggalkan Bandung Selatan sampai radius 11 kilometer dari pusat kota.

Hanya pemerintah sipil, polisi, dan penduduk sipil yang diperbolehkan tinggal. Menindaklanjuti ultimatum tersebut, pada 24 Maret 1946 pukul 10.00, Tentara Republik Indonesia (TRI) di bawah pimpinan Kolonel A.H. Nasution memutuskan untuk membumihanguskan Bandung.

Rakyat mulai diungsikan. Sebagian besar bergerak dari selatan rel kereta api ke arah selatan sejauh 11 kilometer. Gelombang pengungsian semakin membesar setelah matahari tenggelam.

Pembumihangusan Bandung pun dimulai. Warga yang hendak meninggalkan rumah membakarnya terlebih dahulu. Pasukan TRI punya rencana yang lebih besar lagi. TRI merencanakan pembakaran total pada 24 Maret 1945 pukul 24.00, namun rencana ini tidak berjalan mulus karena pada pukul 20.00 dinamit pertama telah meledak di Gedung Indische Restaurant.

Lantaran tidak sesuai rencana, pasukan TRI melanjutkan aksinya dengan meledakkan gedung-gedung dan membakar rumah-rumah warga di Bandung Utara. Malam itu, Bandung terbakar dan peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.

Fakta Bandung Lautan Api

Bandung yang sekarang dikenal sebagai kota destinasi pariwisata mempunyai sejarah menarik pada masa penjajahan dahulu. Dalam pelajaran sejarah, kita mengenal istilah sejarah Bandung Lautan Api yang merupakan julukan kota Bandung atas kejadian yang terjadi saat itu. Inilah fakta Bandung Lautan Api, yuk simak!

Peristiwa Bandung Lautan Api Terjadi 1946

Dalam sejarahnya, Bandung Lautan Api merupakan sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi pada 23 Maret 1946. Kala itu, ada sekitar 200.000 masyarakat Bandung yang sengaja membakar rumah mereka sendiri. Setelah itu, ratusan warga tersebut kemudian bertolak menuju pegunungan di daerah selatan Bandung.

Mencegah Tentara Belanda

Hal ini tentu saja dilakukan oleh masyarakat bukan tanpa tujuan. Melainkan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda, yang diketahui memiliki rencana untuk menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer, pada perang kemerdekaan Indonesia.

Menjadi Salah Satu Strategi Perang

Peristiwa pembumi-hangusan Bandung Lautan Api ini juga turut disebut sebagai salah satu strategi pada Perang Kemerdekaan Indonesia. Di mana, pada saat itu jumlah Tentara Republik Indonesia (TRI), sebutan bagi TNI pada saat itu, tidak sebanding dengan pasukan sekutu dan NICA.

Istilah Bandung Lautan Api

Istilah Bandung Lautan Api kemudian muncul usai peristiwa tersebut terjadi. Jenderal A.H Nasution selaku Jenderal TRI memutuskan untuk membuat Bandung menjadi lautan api, sebagai strategi yang digunakan usai menerima ultimatum dari Inggris.

Terciptanya Lagu ‘Halo-halo Bandung’

Peristiwa ini juga turut melahirkan sebuah lagu berjudul ‘Halo-halo Bandung’. Di mana, lagu tersebut menggambarkan perjuangan para pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia pada saat itu. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti siapa pencipta lagu tersebut.

Pahlawan di Balik Peristiwa Bandung Lautan Api

Pahlawan yang menjadi akar dari keberhasilan peristiwa Bandung Lautan Api ini adalah dua sosok ini. Mereka adalah Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan. Karena dari berbagai sumber sejarah, Mohamad Toha adalah sosok yang membawa dinamit untuk meledakkan gudang senjata yang saat itu dijaga tentara Jepang.

Dari peristiwa itu kedua sosok ini dianggap sebagai seorang pahlawan dan sampai dijadikan menjadi nama jalan untuk menghormati jasa mereka.

Aksi Lanjutan Bandung Lautan Api

Meskipun banyak masyarakat yang menyelamatkan diri pasca kejadian Bandung Lautan Api, api perjuangan para Tentara Republik Indonesia atau disingkat TRI tidak pernah padam. Hal itu terbukti dari gerakan TRI bersama pasukan milisi rakyat melakukan perlawanan dengan cara gerilya dari luar daerah Bandung.


Sampai disini dulu informasi tentang kategori EDUKASI, untuk artikel lainnya bisa Anda simak pada tautan berikut ini Katalogue.id. Tetap Gunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0