Gubernur Jatim Suarakan Larangan Mudik Lebaran 2021
Photo by Mikechie Esparagoza on Pexels.com
in , ,

Gubernur Jatim Suarakan Larangan Mudik Lebaran 2021

Masyarakat Jatim Harus Patuh Terhadap Larangan Mudik Lebarang 2021

Katalogue.id- Gubernur Jatim suarakan larangan mudik lebaran 2021. Ibu Khofifah Indar Parawansa meminta warganya patuh terhadap imbauan pemerintah. Keputusan dari pemerintah pusat telah resmi meniadakan mudik lebaran Idul Fitri pada 2021. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Muhadjr Effendi.

Alasannya saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku setuju dengan kebijakan itu. Dia meminta warga Jatim yang ada di perantauan untuk mematuhi keputusan Pemerintah.

Dikutip dari laman jatim.suara.com Ibu Khofifah mengatakan “Bahwa untuk saat ini suasananya sudah sangat landai saat ini suasananya sudah sangat kondusif untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu dijaga sedikit lagi, vaksinasi juga sudah jalan”.

Keputusan Larangan Mudik Lebaran 2021

Gubernur Jatim suarakan larangan mudik lebaran 2021. Khofifah mengatakan, keputusan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy harus dilakukan.

Sebab, berdasarkan pengalaman setiap libur panjang muncul peningkatan kasus konfirmasi positif. “Setiap ada libur panjang selalu kemudian rata-rata 14 hari berikutnya ada kenaikan kasus konfirmasi positif. Oleh karena itu format pelarangan mudik yang sudah diumumkan oleh Menko PMK kami setuju,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, masyarakat masih diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurutnya, pelarangan mudik ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam penghentian penyebaran Covid-19.

Gubernur Jatim Suarakan Larangan Mudik Lebaran 2021
Gubernur Jatim Suarakan Larangan Mudik Lebaran 2021. Photo by Pixabay on Pexels.com

“Pelandaian diikhtiarkan oleh kita semua kedisiplinan menjaga protokol kesehatan kita ikhtiarkan bersama. Maka untuk tidak mudik di Idul Fitri 2021 ini akan berseiring dengan upaya menghentikan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Aturan Mudik Lebaran 2021 Bagi ASN

Dituliskan oleh harianbhirawa.co.id bahwa pemerintah pusat secara tegas telah menyampaikan adanya larangan mudik pada lebaran tahun ini. Namun, Pemprov Jatim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim justru mengumumkan sosialisasi aturan mudik. Tapi, ada aturannya baik untuk ASN maupun masyarakat pada umumnya.

ASN yang hendak melakukan perjalanan mudik diwajibkan membawa surat izin dari pimpinan setingkat eselon II dengan tandatangan basah. Surat izin dibawa selama perjalanan. Jika tidak, ASN akan diminta kembali.

Tetapi jika terlanjur tiba di tujuan, maka satgas setempat wajib melakukan karantina bagi pendatang selama lima hari. Aturan serupa juga berlaku bagi TNI dan Polri, yakni meminta izin dari pimpinan setingkat eselon II.

Selanjutnya, bagi pegawai BUMN harus mendapat izin dari pimpinan di tempat kerjanya. Sementara untuk masyarakat juga dapat melakukan mudik dengan membawa surat dari kepala desa atau lurah.

Terkait sosialisasi tersebut, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menegaskan bahwa berbagai aturan terkait mudik harus sinkron dengn PPKM Mikro yang saat ini kembali diperpanjang. Karena itu, aturan-aturan mengenai mudik saat ini sedang dikumpulkan. “Kalau Menhub sudah melarang mudik ya ikut aturan itu. Pak Beni (Kepala Dinas Kominfo Jatim) sudah kita tegur itu. Itu (sosialisasi) harus dikoreksi lagi dan harus seizin ibu gubernur,” tegas Heru.

Khofifah Mohon Patuh Dengan Larangan Mudik Lebaran

Kominfo.jatimprov.go.id mengatakan bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada masyarakat legowo menerima kebijakan pemerintah tentang larangan mudik. Salah satu penyebabnya adalah karena masih mewabahnya Covid-19 di tanah air.

“Pemerintah masih melarang mudik. Kita harus longgar hati untuk menjaga keselamatan bersama. Tolong dipatuhi aturan ini,” kata Gubernur Khofifah saat melakukan ziarah di makam Agung Kyai Ageng Muhammad Besari di Kabupaten Ponorogo, Senin, (5/4).

Menurut Khofifah, seperti halnya Idul Fitri  tahun lalu, kebiasaan masyarakat untuk bersilaturrahim dengan sanak keluarga  mengucapkan Hari Raya Idul Fitri berhalal bi halal harus ditunda dulu. Untuk sementara, kata dia, harus dilakukan secara daring.

Khofifah menyebut, seiring berjalannya waktu, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 perlahan-lahan mulai melandai. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam upaya yang dilakukan pemerintah dengan membuat beberapa kebijakan seperti penerapan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga proses vaksinasi dan tentu peran aktif masyarakat menjaga protokol kesehatan.

“Kita bersyukur dan berterima kasih seluruh elemen melakukan berbagai ikhtiar. Meski saat ini proses penyebaran Covid-19 belum berhenti tapi sudah melandai. Vaksinasi juga terus dimaksimalkan namun tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Khofifah, pemerintah tetap mengambil langkah waspada. Salah satu aktivitas mudik saat libur lebaran pun masih  dilarang. Jika masyarakat diperbolehkan untuk mudik, pemerintah mengkhawatirkan terhadap penyebaran Covid-19 yang saat ini melandai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi di beberapa negara di Eropa yang kembali menerapkan lockdown, juga Filipina, Bangladesh dan India.

“Jadi, negara-negara tersebut masuk fase gelombang ketiga. Tentu kita berharap situasi yang melandai ini kita jaga, termasuk vaksinasi kita maksimalkan, menjaga jarak serta menggunakan masker dengan benar,” jelas Khofifah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0