Ini kumpulan hadits larangan marah agar jadi manusia yang sabar.
Photo by Pixabay on Pexels.com
in

Hadits Larangan Marah dalam Islam Agar Jadi Manusia yang Sabar

Mengetahui Hadits Larangan Marah bagi Umat Islam

Katalogue.id – Ini kumpulan hadits larangan marah agar jadi manusia yang sabar. Umat Islam dianjurkan untuk sebisa mungkin menahan marah ketika diejek atau mendapat perlakuan yang tidak mengenakan.

Sebaliknya, Muslim diperintahkan untuk memaafkan orang yang telah membuat kesalahan. Ada banyak hadits larangan marah yang perlu diketahui Muslim. Menahan marah selain membuat jiwa lebih tenang, juga memiliki banyak keutamaan di sisi Allah SWT.

Marah adalah perasaan yang lazim dimiliki manusia. Ada banyak hal yang bisa membuat manusia tidak mampu mengontrol emosinya hingga berujung pada kemarahan. Marah juga merupakan salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia. Dengan cara ini, setan akan lebih mudah mengendalikan manusia untuk berbuat hal buruk.

Ketika seseorang marah, ia bisa dengan mudah mencaci maki, mengucapkan kalimat buruk, bercerai, bahkan saling membunuh.

Hadits Larangan Marah dalam Islam

Marah adalah luapan emosi yang sangat dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW. Karenanya, jauh lebih baik jika manusia bisa menahan amarah, apalagi hanya karena mengikuti hawa nafsu yang ujung-ujungnya tidak membawa manfaat apapun bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ini kumpulan hadits larangan marah agar jadi manusia yang sabar.
Ini kumpulan hadits larangan marah agar jadi manusia yang sabar. Photo by Pixabay on Pexels.com

Hadits larangan marah sangat penting terutama bagi umat Muslim yang ingin memperkuat ketakwaannya terhadap Allah SWT. Hal tersebut bahkan tertuang dalam HR Bukhari dari Abu Hurairah.

Jadi, marah dalam Islam sendiri bukanlah hal yang baik. Meski Nabi Muhammad SAW pernah marah, namun ia lebih mengutamakan sifat pengampunnya. DIkutip dari orami.co.id inilah hadits larangan marah yang perlu Anda ketahui.

Dinanti Bidadari

Hadits diriwayatkan Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزيد، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُوم، عَنْ سَهْل بْنِ مُعَاذ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَه، دَعَاهُ اللهُ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلائِقِ، حَتَّى يُخيرَهُ مِنْ أيِّ الْحُورِ شَاءَ

Artinya: 

Barang siapa menahan amarah, sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya.

Marah Adalah Perbuatan Setan

، عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ -هُوَ ابْنُ سَعْدٍ السَّعْدِيُّ، وَقَدْ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ-قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: “إنَّ الْغَضَبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، وإنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وإنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالماءِ، فَإذَا أُغْضِبَ أحَدُكُمْ فَلْيَتَوضَّأْ”.

Artinya: 

Telah menceritakan kepadaku ayahku di hadapan kakekku (yaitu Atiyyah ibnu Sa’d As-Sa’di) yang berpredikat sebagai sahabat, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: ‘Sesungguhnya marah itu perbuatan setan, dan setan itu diciptakan dari api, dan sesungguhnya api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudu’.

Dijanjikan Surga

Hadits Nabi Muhammad yang dijelaskan oleh Malik bin Anas.

عَنْ أَبِي عَمْرِو بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللهُ عَنْهُ عَذَابَهُ، وَمَنْ خزَنَ لِسَانَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنِ اعْتَذَرَ إلَى اللهِ قَبِلَ عُذْرَه

Artinya: 

Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.

Orang yang Kuat

Hadits Nabi Muhammad SAW ini dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Artinya: 

Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.

Masuk dalam Nasihat Rasulullah

Dilansir dari NU Online, hadits ini diceritakan oleh Hariah Ibnu Qudaman As-Sa’di.

جَارية بْنُ قُدامة السَّعْدِيُّ؛ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي قَوْلًا يَنْفَعُنِي وأقْلِل عَلَيَّ، لَعَلِّي أَعِيهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا تَغْضَبْ”. فَأَعَادَ عَلَيْهِ حَتَّى أَعَادَ عَلَيْهِ مِرَارًا، كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ: “لَا تَغْضَبْ”.

Artinya: 

Bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW untuk itu ia mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu nasihat yang bermanfaat bagi diriku, tetapi jangan banyak-banyak agar aku selalu mengingatnya.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kamu jangan marah.” Ia mengulangi pertanyaannya kepada Nabi SAW. berkali-kali, tetapi semuanya itu dijawab oleh Nabi SAW dengan kalimat, “kamu jangan marah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0