Zakat adalah harta khusus yang dikeluarkan jika telah mencapai kondisi yang ditetapkan sesuai dengan aturan agama, diberikan kepada 8 asnaf penerima zakat.
Photo by Chattrapal (Shitij) Singh on Pexels.com
in

LoveLove

Pengertian, Jenis dan Golongan Penerima Zakat

Pengertian Zakat

Zakat adalah harta khusus yang dikeluarkan jika telah mencapai kondisi yang ditetapkan sesuai dengan aturan agama, diberikan kepada 8 asnaf penerima zakat. Menurut bahasanya, kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.

Zakat berasal dari bentuk kata “zaka” yang artinya suci, baik, diberkati, tumbuh, dan subur. Disebut zakat, karena mengandung harapan memperoleh berkah, menyucikan jiwa dan memeliharanya dengan berbagai keutamaan (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)

Makna pertumbuhan dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai alasan tumbuh dan berkembangnya kekayaan, pelaksanaan zakat menghasilkan banyak pahala. Sedangkan makna sakralnya menunjukkan bahwa zakat adalah menyucikan jiwa dari keburukan, kejahatan dan penyucian dari dosa.

Dalam Al Qur’an disebutkan,

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Ambil zakat dari sebagian hartanya, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”
(QS. At-Taubah [9]: 103)

Asnaf (8 Golongan) Penerima Zakat

Zakat adalah harta khusus yang dikeluarkan jika telah mencapai kondisi yang ditetapkan sesuai dengan aturan agama, diberikan kepada 8 asnaf penerima zakat.
Photo by Porapak Apichodilok on Pexels.com

Sebagai instrumen yang termasuk dalam salah satu Rukun Islam, zakat tentunya memiliki aturan yang mengikat dari segi ilmu fikihnya, salah satunya kepada siapa zakat itu diberikan.

Dalil golongan penerima zakat terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat, yaitu sebagai berikut:

  1. Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  2. Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
  3. Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Mu’allaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
  5. Hamba sahaya, budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  8. Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0