Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan.
Photo by Deon Black on Pexels.com
in

Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan

Ketahui Berbagai Tips Mencegah Kehamilan

Katalogue.id – Pahami! cara mencegah kehamilan setelah berhubungan. Bagi Anda pasangan yang telah menikah umumnya selalu berharap akan segara memiliki momongan. Sebab, kehadiran buah hati dipercaya mampu membuat pasangan jauh lebih bahagia dan harmonis.

Akan tetapi, ada juga pasangan yang memilih untuk menunda kehamilan dengan beragam alasan seperti masalah mengatur jarak usia anak, kesehatan, karier, hingga kemampuan finansial.

Menunda kehamilan merupakan hal wajar yang cukup banyak dilakukan setiap pasangan. Terutama bagi pasangan yang masih ingin mengejar hal lain seperti pekerjaan dan lain sebagainya.

Berikut ini kami akan membagi tips mencegah kehamilan untuk Anda yang aktif berhubungan seksual dengan cara yang aman bagi kesehatan kedua pasangan.

Cara Mencegah Kehamilan

Ada banyak cara untuk mencegah kehamilan bagi Anda yang ingin menunda momongan atau sudah tidak ingin hamil lagi. Mungkin Anda bertanya-tanya apa saja yang harus diketahui sebelum memutuskan metode atau jenis kontrasepsi yang akan dipilih.

Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan.
Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan. Photo by Dominika Roseclay on Pexels.com

Bagi Anda yang aktif berhubungan seksual, cara paling efektif untuk mencegah kehamilan adalah dengan menunda berhubungan intim. Berikut ini cara mencegah kehamilan yang dikutip dari laman hellosehat.com, yuk simak!

Mengkonsumsi Pil KB Secara Teratur

Pil KB kombinasi estrogen dan progestin adalah jenis KB oral (minum) yang paling umum digunakan sebagai cara mencegah kehamilan dini. Obat pencegah kehamilan ini harus diminum setiap hari untuk menjaga indung telur melepaskan sel-sel telur baru.

Pil KB menyebabkan penebalan dinding rahim dan lendir serviks (leher rahim) sehingga menyulitkan sperma berenang menembus leher rahim dan membuahi sel telur. Melihat dari cara kerjanya, pil KB memiliki tingkat kegagalan hingga 9 persen.

Itu berarti, ada kurang dari 1 kehamilan per 100 wanita setiap tahunnya jika mereka selalu menggunakan pil KB sesuai arahan dokter. Jika Anda sedang rutin minum antibiotik, sebaiknya bicarakan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi metode KB terbaik.

Hal ini dikarenakan antibiotik dapat mengurangi efektivitas kerja pil KB untuk mencegah kehamilan.

Menggunakan KB implan

KB implan merupakan alat kontrasepsi fleksibel seukuran batang korek api yang dimasukkan oleh dokter ke bawah kulit di lengan bagian atas. Batangan KB implan dapat digunakan secara efektif untuk mencegah kehamilan dengan cara melepaskan hormon progestin.

Hormon ini dapat mengubah struktur lapisan rahim dan lendir serviks guna menyulitkan sperma berenang mencapai sel telur. Terkadang, implan akan menghentikan indung telur untuk melepas sel telur baru. Cara mencegah kehamilan yang satu ini dapat bekerja efektif hingga 3-4 tahun.

Tingkat kegagalan KB implan umumnya hanya mencapai 0,5 persen. Artinya, ada kurang dari 1 kehamilan tak diinginkan per 100 wanita dalam satu tahun yang menggunakan implan.

Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa setelah implan dilepas, Anda masih bisa hamil. Dengan kata lain, pemakaian KB implan tidak bersifat permanen.

Menggunakan KB Suntik

KB suntik merupakan salah satu cara mencegah kehamilan paling efektif yang tersedia di pasaran. Berbeda dengan pil KB atau KB implan, KB suntik dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara menyuntikkan hormon progestin di bawah kulit bokong atau lengan atas Anda.

KB suntik bekerja dengan menebalkan dan mengentalkan lendir serviks untuk menghalangi pergerakan sel sperma. Hal ini bertujuan agar sel sperma tidak dapat berenang melewati leher rahim dan membuahi sel telur.

Tak hanya itu, KB suntik ini juga dapat menghentikan indung telur untuk melepaskan sel telur baru (ovulasi). Cara ini dapat efektif mencegah kehamilan sekalipun setelah hubungan seks yang dilakukan pada masa subur.

Jika Anda mendapatkan suntikan hormon dalam waktu 7 hari pertama sejak menstruasi dimulai, KB suntik bisa segera bekerja untuk mencegah kehamilan. Sama halnya bila Anda mendapatkan suntikan 5 hari setelah keguguran, aborsi, atau dalam 3 minggu setelah melahirkan, kehamilan juga bisa segera dicegah.

Memasang Intrauterine device (IUD)

Cara lain untuk mencegah kehamilan adalah dengan memasang intrauterine device (IUD) atau KB spiral. Alat ini dapat segera menghindari pembuahan setelah dipasang. Alat IUD berupa potongan plastik atau tembaga berbentuk T yang disematkan di dalam rahim oleh dokter.

IUD tembaga dapat mencegah kehamilan selama sekitar 10-12 tahun. Sementara IUD hormonal mampu mencegah kehamilan selama 3-5 tahun, tergantung dari merek apa yang Anda gunakan. Alat ini dapat menjadi kontrasepsi darurat jika dipasang dalam waktu 5 hari setelah berhubungan seks pada masa subur, tanpa kondom.

Memasang IUD terbukti memiliki tingkat efektivitas yang tinggi hingga 99,9 persen dalam mencegah kehamilan. Cara kerja KB IUD adalah dengan dengan mengubah gerak sperma di dalam tubuh wanita sehingga sulit mencapai sel telur.

Meski begitu, sebaiknya cara mencegah kehamilan ini hanya dilakukan oleh wanita yang sudah pernah melahirkan. Efek samping IUD dapat menyebabkan pelebaran rahim yang menimbulkan rasa sakit saat hamil pada wanita yang belum memiliki anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0