Gas Air Mata: efek, kandungan dan cara mengatasi.
Photo by Colin Lloyd on Pexels.com
in

Gas Air Mata: Efek, Kandungan dan Cara Mengatasi

Mengetahui Cara Mengatasi Gas Air Mata dengan Benar

Katalogue.id – Gas Air Mata: efek, kandungan dan cara mengatasi. Menurut Wikipedia Gas air mata adalah senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan.

Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan ataupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan.

Saat demonstrasi terjadi, aparat kepolisian telah berjaga-jaga dengan seperangkat peralatan untuk mengamankan keadaan.

Di antaranya police stickwater canon sampai gas air mata. Yang terakhir sedang banyak diperbincangkan. Sebab, gas air mata baru digunakan oleh pihak kepolisian ketika massa mulai tak terkendali dan berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Perlu Anda ketahui bahwa, gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I dalam perang kimia. Namun, karena efeknya jangka pendek dan jarang melumpuhkan, gas itu mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum sebagai sarana untuk membubarkan gerombolan, melumpuhkan perusuh, dan membuang tersangka bersenjata tanpa penggunaan kekuatan yang mematikan.

Kandungan Gas Air Mata

Gas air mata tidak benar-benar berupa gas yang terdiri dari satu bahan kimia spesifik. Ada banyak senyawa berbeda di dalamnya yang pada awalnya berbentuk padat. Dikutip dari laman hellosehat.com inilah kandungan gas air mata yang menyebabkan mata teras perih.

Gas Air Mata: efek, kandungan dan cara mengatasi.
Gas Air Mata: efek, kandungan dan cara mengatasi. Photo by Thirdman on Pexels.com

Arang

Terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai murni menjadi karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara. Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar.

Kalium Nitrat

Kalium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat sumbu dilepas, yang akan semakin menyulut nyala api dari arang.

Silikon

Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi bubuk kaca mikro super panas (bersuhu 1371º Celsius) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut.

Sukrosa

Sukrosa adalah gula, yang jadi bahan bakar api. Gula akan meleleh pada suhu 185º Celsius yang kemudian membantu menguapkan senyawa kimia lain di dalamnya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi.

Potasium Klorat

Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, potasium klorat melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dashyat. Potasium klorat juga terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari granat.

Magnesium Karbonat

Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga kadar pH gas air mata sedikit basa; menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air.

Ketika dipanaskan, senyawa ini melepaskan karbon dioksida yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan lebih luas.

O-Chlorobenzalmalononitrile

O-Chlorobenzalmalononitrile adalah agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit. Setidaknya 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik cukup ampuh membubarkan kerumunan orang. O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan saat dosisnya mencapai 25 mg/m².

Ketika akan digunakan sebagai senjata penjinak massa, semua senyawa ini bercampur dengan agen pelarut dan berubah menjadi gas yang mengacaukan saraf-saraf sensorik tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0