Ini cara menyimpan ASI yang baik agar kandungan gizi terjaga.
Photo by Wendy Wei on Pexels.com
in

Ini Cara Menyimpan ASI yang Baik Agar Kandungan Gizi Terjaga

Ketahui Cara Menyimpan dan Memanaskan ASI

Katalogue.idIni cara menyimpan ASI yang baik agar kandungan gizi terjaga. ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik bayi, sampai dia mampu mengonsumsi makanan lainnya. Namun, jangan khawatir apabila Anda bekerja dan tetap ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

ASI bisa disimpan di rumah asalkan Anda paham cara menyimpan dan mempersiapkan tempat yang tepat. Ada berbagai pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, seperti botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI.

Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum.

Berapa Jam ASI Bisa Bertahan?

Setiap orangtua perlu memahami ASI perah tahan berapa jam di suhu ruang dan berapa lama di tempat penyimpanan lainnya.  Pasalnya, ASI perah yang dikonsumsi bayi di luar petunjuk keamanan ketahanan bisa menimbulkan beragam risiko kesehatan.

Ini cara menyimpan ASI yang baik agar kandungan gizi terjaga.
Ini cara menyimpan ASI yang baik agar kandungan gizi terjaga. Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com
  • Kandungan vitamin C ASI perah bisa berkurang saat berada di suhu ruang lebih dari empat jam, atau disimpan di lemari pendingin lebih lama dari petunjuk keamanan di atas.
  • Sisa ASI perah juga tidak layak dikonsumsi selang dua jam setelah diminum bayi karena potensi kontaminasi bakteri dari mulut bayi.

Hal yang perlu diingat, ASI perah yang baru dipompa yang tidak disimpan di lemari es selama lebih dari empat jam wajib dibuang. Sedangkan ASI perah beku harus digunakan dalam waktu 24 jam setelah dicairkan dan kembali didinginkan. Jika ASI berada di suhu ruang, buang setelah dua jam.

Dikutip dari laman alodokter.com, inilah lama waktu penyimpanan ASI.

  • ASI perah tahan hingga 6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat Celcius.
  • ASI perah tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam kotak pendingin yang ditambah kantung es (ice pack). Cara ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menyimpan ASIP saat mati listik.
  • ASI perah tahan sampai 5 hari, ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat Celcius.
  • ASI perah tahan hingga 6 bulan apabila disimpan di dalam freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih rendah lagi.

Hanya saja perlu diingat, proses pembekuan ASI perah kemungkinan menghilangkan beberapa zat yang penting untuk menghalau infeksi pada bayi. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, akan menghilangkan kandungan vitamin C pada ASI.

Meski demikian, ASI perah yang sudah dibekukan itu, nilai gizinya masih jauh lebih baik dibandingkan susu formula.

Cara Menyimpan ASI Setelah Dipompa

Bagaimana pun juga ada banyak manfaat ASI yang bisa diperoleh oleh bayi maupun ibu. Sebelum beranjak ke luar rumah, saat sedang senggang, maupun di sela-sela kesibukan di kantor Anda bisa memerah ASI menggunakan alat pompa ASI.

Termasuk ketika Anda tidak punya waktu untuk menyusui bayi secara langsung di posisi menyusui yang nyaman. Berikut cara menyimpan ASI setelah dipompa.

Cara Menyimpan ASI di dalam Kulkas

  • Dinginkan ASI sesegera mungkin setelah diperas.
  • Simpan ASI milikmu ke dalam botol ASI bersih atau kantong penyimpanan yang terbuat dari bahan bebas BPA. BPA adalah bahan kimia yang sebelumnya banyak digunakan dalam wadah dan pelapis plastik, yang banyak produsen dihentikan secara bertahap karena efek jangka panjangnya yang tidak pasti.
  • Jangan tambahkan ASI yang baru diperah ke susu yang sudah didinginkan.
  • Simpan ASI di bagian paling dingin kulkas, yakni di bagian belakang, di rak di atas kompartemen sayuran.
  • Jangan simpan ASI di dalam pintu lemari es yang suhunya kurang konsisten.

Cara Menyimpan ASI di dalam Freezer

  • Bekukan ASI sesegera mungkin setelah diperah.
  • Jangan tambahkan ASI yang baru diperah ke susu beku.
  • Untuk lebih mudah mencair, simpan ASI dalam porsi kecil (kurang dari 60 ml). Ini bisa digabungkan setelah pencairan.
  • Periksa apakah wadah penyimpanan ASI dapat digunakan di dalam freezer. Beberapa produk seperti botol kaca dapat retak pada suhu yang sangat rendah.
  • Kantong penyimpanan ASI ideal untuk menyimpan ASI beku karena anti-freezer dan siap digunakan.
  • Jangan isi botol atau kantong penyimpanan ASI lebih dari tiga perempat penuh, karena ASI mengembang selama pembekuan.
  • Simpan ASI beku di bagian belakang freezer yang suhunya paling konsisten. Jauhkan dari pintu freezer.

Supaya tidak membingungkan, jangan lupa catat tanggal dan waktu penyimpanan botol atau kantong ASI sebelum hendak dimasukkan ke kulkas ataupun freezer.

Hal itu bertujuan agar ASI bisa dikonsumsi sebelum masa penyimpanannya berakhir dan menjadi basi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0