Konsumsi Satu Telur Sehari Bisa Kurangi Perkembangan Stunting
Photo by Pixabay on Pexels.com
in

Konsumsi Satu Telur Sehari Bisa Kurangi Perkembangan Stunting

Konsumsi telur bisa berperan pada meningkatnya pertumbuhan pada anak

Katalogue.id – Saat ini penanganan stunting di Indonesia sudah membaik. Ada perbaikan dari tingkat prevalensi sebesar 37 persen pada 2013 menjadi 27,6 persen pada 2019.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Baca juga artikel: Berikut Manfaat Makan Telur

Kendati demikian, stunting masih menjadi permasalahan yang menyita banyak pehatian. Dan, mungkin permasalahan ini bisa sedikit dibantu dengan telur. Kira-kira kenapa telur bisa berperan ya?

Dikutip dari Medical News Today, penelitian menunjukkan bahwa memperkenalkan telur ke menu anak-anak di negara berkembang dapat membantu mengurangi beban pertumbuhan yang terhambat.

Konsumsi Satu Telur Sehari Bisa Kurangi Perkembangan Stunting
Konsumsi Satu Telur Sehari Bisa Kurangi Perkembangan Stunting. Photo by Trang Doan on Pexels.com

Studi baru yang dipimpin oleh Lora Iannotti dari Brown School di Washington University di St. Louis, MO memberikan bukti lebih lanjut tentang manfaat telur.

Mereka menemukan bahwa memberi makan satu telur per hari kepada anak-anak selama 6 bulan dapat mengurangi risiko stunting. Penemuan tersebut baru-baru ini dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.

Prevelensi perkembangan stunting menurun sebanyak 47 persen dengan asupan telur setiap hari. Studi tersebut adalah uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan anak-anak berusia 6 hingga 9 bulan dari Equador, Amerika Selatan.

Baca juga artikel: Cara Mudah Mengatasi Anak Mengompol

Di mana sekitar 23 persen anak-anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting dan sekitar 6 persen mengalami kekurangan berat badan.

Di sini, anak-anak secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi makan satu telur setiap hari selama 6 bulan, sedangkan kelompok lainnya tidak diberi makan telur (kontrol).

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang diberi makan telur memiliki skor lebih baik dalam konteks usia dan berat badan daripada kelompok yang terkontrol.

Sebuah model intervensi telur mengungkapkan bahwa hal itu mengurangi prevalensi pertumbuhan kerdil sebesar 47 persen, sedangkan prevalensi kurus berkurang sebesar 74 persen dengan konsumsi telur setiap hari.

Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti mengatakan bahwa memperkenalkan telur pada menu anak-anak bisa menjadi cara yang sederhana dan murah untuk meningkatkan pertumbuhan anak yang mengalami stunting.

Baca juga artikel: Konsumsi Sayuran Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0