Mengetahui cara merawat telinga yang baik dan benar.
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
in

Mengetahui Cara Merawat Telinga yang Baik dan Benar

Telinga Salah Satu Panca Indra yang Harus Dijaga Kesehatannya

Katalogue.id – Mengetahui cara merawat telinga yang baik dan benar. Telinga merupakan salah satu panca indera yang harus dijaga kesehatannya. Semakin tua umur Anda, kemampuan telinga untuk mendengar bisa semakin menurun.

Sama seperti mata yang bisa mengalami penurunan kemampuan melihatnya saat Anda semakin tua. Untuk itu, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan telinga Anda mulai dari sekarang, sedini mungkin.

Ketika kesehatan telinga tidak dijaga dengan baik, dampak negatif berupa kehilangan pendengaran bisa terjadi. Maka dari itu, menjaga kesehatan telinga menjadi penting untuk diperhatikan.

Kesehatan Telinga itu Penting

International Ear Care Day atau Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia terbentuk pada 2007, tepatnya pada Konferensi Internasional tentang Pencegahan dan Rehabilitasi Gangguan Pendengaran di Beijing.

Konferensi tersebut menghasilkan Deklarasi Beijing dan penetapan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia pada 3 Maret. Di Indonesia sendiri, peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional ditetapkan pemerintah pula di tanggal yang sama sejak tahun 2010.

Mengetahui cara merawat telinga yang baik dan benar.
Mengetahui cara merawat telinga yang baik dan benar. Photo by Burst on Pexels.com

Peringatan ini bukan tanpa sebab, mengingat masih banyak orang yang menyepelekan pentingnya kesehatan alat pendengaran mereka. Bahkan, WHO menyebut bila 60% kasus hilang pendengaran pada anak-anak berasal dari penyebab yang bisa dicegah.

Data WHO pada 2020 menunjukkan bila lebih dari 5% populasi dunia, atau 466 juta orang, mengalami gangguan pendengaran. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah pada 2050 dengan estimasi lebih dari 900 juta orang atau satu dari 10 orang.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setengah lebih dari kasus gangguan pendengaran pada anak dapat dicegah.

Hal ini juga berlaku bagi semua orang yang masih punya alat pendengaran yang baik. Pencegahan atau penghambatan gangguan telinga terkait umur bisa dilakukan sejak dini kalau masih peduli dan ingin menerapkan cara menjaga kesehatan telinga.

Penyebab Kerusakan Telinga

Kesehatan telinga merupakan hal yang perlu diperhatikan sejak dini. Pasalnya, banyak orang di usia muda yang tidak memerhatikan ataupun melindungi telinganya dengan baik. CDC menyebut bila 5 dari 10 anak muda mendengarkan musik dengan suara yang keras. Ini penyebab kerusakan telinga yang perlu Anda ketahui.

Suara Berintensitas Tinggi

Intensitas suara dapat diukur dengan satuan desibel (dB). Orang yang mendengarkan suara yang mencapai 85 desibel atau lebih secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pendengaran atau gangguan lainnya seperti tinnitus (suara berdenging di telinga yang tidak berhenti).

Suara dengan desibel yang tinggi tersebut bila didengar dalam waktu yang lama bisa berisiko pada kerusakan di alat pendengaran.

Bahan Obat dan Kimia 

Selain sumber suara dengan intensitas tinggi, kesehatan telinga juga bisa mengalami kerusakan akibat penggunaan obat atau bahan kimia. Beberapa obat yang dapat menimbulkan efek tersebut misalnya obat malaria (quinine dan chloroquine) dan salisilat seperti aspirin.

Meski begitu, kerusakan yang diakibatkan obat-obat tersebut dipercaya hanya berlangsung sementara.

Terkena Penyakit 

Gangguan pendengaran juga bisa disebabkan penyakit viral, termasuk gondongan, campak, dan rubella. Penyebab kerusakan telinga juga dapat berasal dari bakteri, seperti meningitis dan sifilis.

Tumor yang tumbuh di saraf pendengaran, yang dinamakan acoustic neuroma, dapat pula memicu kehilangan pendengaran dan tinnitus. Beberapa penyakit pada ibu hamil, seperti rubella dan sifilis, atau infeksi lainnya dapat pula memicu masalah pendengaran pada bayi saat lahir.

Mengalami Cedera

Gangguan pendengaran dapat diakibatkan juga oleh cedera. Beberapa cedera tersebut adalah cedera kepala yang menimbulkan trauma ke tulang temporal atau pelipis. Gegar otak juga dapat menyebabkan rusaknya pendengaran meski tulang tengkorak tidak pecah.

Ada pula kondisi otitic barotrauma yang terjadi karena perubahan tekanan udara di salah satu sisi gendang telinga sehingga menyebabkan kerusakan telinga.

Hal ini bisa terjadi ketika naik atau turun di dalam air terlalu cepat saat menyelam atau scuba diving.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0