MSG Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Faktanya!
Foto oleh mali maeder dari Pexels
in

MSG Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Faktanya!

Berikut fakta tentang mecin bagi kesehatan.

Mononatrium glutamat, monosodium glutamat (MSG), Apabila kita mendengar sebutan tersebut paling banyak mendapatkan pemberitaan buruk. MSG atau yang lebih akrab dikenal sebagai mecin diklaim bisa menyebabkan kecanduan dan bikin bodoh. Apakah benar faktanya seperti itu bagi kesehatan kita?

Mononatrium glutamat, monosodium glutamat (MSG)
Mononatrium glutamat, monosodium glutamat (MSG)

Mecin adalah molekul garam yang dikombinasikan dengan asam amino L-glutamat. Molekul garam ini digunakan untuk menstabilkan komponen glutamat. Glutamat yang terkandung dalam asam amino berperan sebagai pemberi rasa gurih (umami).

MSG telah digunakan sebagai bahan penambah rasa masakan sejak puluhan tahun yang lalu. Pada zaman dulu, penyedap rasa alami yang diperoleh dari proses pengolahan rumput laut. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini dibuat dari proses fermentasi industri. Mecin sendiri ditambahkan ke dalam masakan untuk menghasilkan rasa gurih, mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami oleh bahan makanan segar.

Asal Mula

MSG Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Faktanya!
MSG Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Faktanya! Photo by cottonbro on Pexels.com

Dikutip dari Wikipedia, Profesor Kikunae Ikeda mengisolasi asam glutamat sebagai bahan rasa baru pada tahun 1908 dari ganggang laut Laminaria japonica, kombu, dengan ekstraksi air dan kristalisasi, dan menamai rasa ini umami.

Dia memperhatikan bahwa kaldu Jepang katsuobushi dan kombu mempunyai rasa tidak biasa yang pada waktu itu belum secara ilmiah dideskripsikan dan berbeda dari rasa manis, asin, asam, dan pahit. Untuk memverifikasi bahwa glutamat yang diionisasi adalah penyebab rasa umami, profesor Ikeda mempelajari berbagai sifat rasa garam glutamat seperti kalsium, kalium, dan magnesium glutamat.

Semua garam menghasilkan rasa umami selain ada juga rasa logam tertentu akibat adanya mineral lain dalam garam tersebut. Di antara garam-garam itu, sodium glutamat adalah yang paling mudah larut dan sedap, dan mudah dikristalkan.

Profesor Ikeda menamai produk ini “monosodium glutamate” dan mengajukan paten untuk membuat MSG. Suzuki bersaudara memulai produksi pada tahun 1909 sebagai AJI-NO-MOTO®, yang dalam bahasa Jepang berarti “cita rasa/intisari rasa”, dan ini merupakan kali pertama mononatrium glutamat diproduksi di dunia.

Apa manfaat penyedap rasa bagi tubuh kita?

Banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat dari bahan penyedap yang digunakan secara luas ini. Biar kamu gak terus-terusan mengolok-olok orang lain dengan sebutan micin. Yuk pahami dulu manfaat mecin yang jarang diketahui orang-orang.

Tubuh Sehat

Foto oleh Karl Solano dari Pexels
Tubuh Sehat. Foto oleh Karl Solano dari Pexels

1. Merangsang air liur

Menambahkan mecin ke dalam makanan dapat merangsang produksi air liur. Air liur sendiri berfungsi membasahi makanan agar kamu dapat melumatnya dengan mudah dan juga agar makananmu dapat meluncur dengan mudah di tenggorokan.

2. Mengurangi konsumsi garam

Untuk menambah cita rasa masakan, kebanyakan orang akan menambahkan garam. Banyak yang mengira bahwa menambahkan garam pada makanan jauh lebih baik daripada menambahkan micin. Padahal baik garam maupun micin sama-sama mengandung natrium yang dapat memicu tekanan darah tinggi.

Akan tetapi, kandungan natrium pada micin sangatlah kecil jika dibandingkan dengan garam. Di mana jumlah unsur natrium pada micin hanyalah 13,6 persen, sedangkan jumlah unsur natrium pada garam mencapai 43,4 persen.

3. Mecin terbukti sebagai zat aditif yang aman dikonsumsi

Sejumlah lembaga internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organisation (WHO) telah memverifikasi keamanan MSG. Bahkan penelitiannya telah dilakukan sejak lebih dari 30 tahun yang lalu untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsumsi mecin bagi tubuh. Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) juga telah menyatakan bahwa micin aman dikonsumsi bagi tubuh selama masih dalam batas wajar.

4. Menambah cita rasa masakan

Menambahkan mecin pada masakan bisa membuat rasa masakanmu jadi lebih ‘keluar’ dan sedap. Mecin terbukti membuat rasa masakanmu jadi lebih gurih yang mana cita rasa ini tidak sama dengan rasa asin dari garam. Bahkan cita rasa yang dihasilkan dari mecin ini merupakan rasa kelima yang kemudian dikenal dengan sebutan umami.

5. Meningkatkan produksi cairan lambung

Bagi penderita gastritis atrofik, menambahkan micin pada makanan bisa membantu melancarkan pencernaan. Gastritis atrofik merupakan penyakit radang lambung yang disebabkan oleh rusaknya lendir yang melapisi dinding lambung sehingga dinding lambung semakin menipis. Mecin terbukti meningkatkan produksi cairan lambung yang artinya micin dapat mengurangi resiko gastritis atrofik.

MSG pengganti garam

Makanan Mengandung MSG

Foto oleh Kasumi Loffler dari Pexels
Makanan Mengandung MSG. Foto oleh Kasumi Loffler dari Pexel

apakah MSG bisa dan aman dijadikan pengganti garam untuk menghasilkan rasa asin gurih pada masakan?

Salah satu risiko besar ketika terlalu banyak mengonsumsi garam adalah menderita hipertensi. Tidak ada seorangpun yang ingin mengalami kondisi hipertensi. Apalagi tingginya tekanan darah ini bisa memicu berbagai penyakit komplikasi lain mulai dari gangguan ginjal hingga stroke. Solusinya untuk mencegah hipertensi adalah mengurangi asupan garam.

Banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari jalankan gaya hidup sehat, hindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

Kandungan natrium dalam MSG jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur. Dapat disimpulkan kalau MSG bisa mengurangi resiko hipertensi jika dikonsumsi dalam porsi dan batas wajar.

Kandungan natrium pada MSG itu hanya 1/3 kandungan natrium pada garam dapur normal, dan sudah banyak juga penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu penurunan asupan garam.

MSG yang beredar di pasaran sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI dan izin BPOM sehingga membuat bumbu masak ini aman dikonsumsi. Namun meskipun demikian, MSG tetaplah harus dikonsumsi secara bijak sesuai anjuran penggunaan. Menurut detik.com batas maksimal konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, Kemenkes RI merekomendasikan batas aman konsumsi MSG sebanyak 5 gram per hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0