TIPS TEKANAN ANGIN BAN SAAT OFFROAD
TIPS TEKANAN ANGIN BAN SAAT OFFROAD
in

LoveLove

Tips Mengatur Tekanan Angin Ban Saat Offroad

Tekanan angin ban menjadi salah satu hal yang masih sering disepelakan ketika kita melaju berkendara. Termasuk saat kita akan offroad dengan mobil kesayangan.

Ban merupakan komponen terpenting pada kendaraan bermotor dalam menjaga penguasaan kestabilan berkendara khususnya saat situasi jalan basah. Tetapi, seiring dengan penggunaan mobil, banyak pengendara yang salah kaprah dalam memahami kondisi ban ketika digunakan offroad.

Walaupun untuk penggunaan harian idealnya mengikuti anjuran dari pabrik untuk tekanan anginnya. Tetapi hal ini tidak berlaku pada medan offroad, tekanan angin lebih rendah daripada semestinya.

Apa sih kelebihannya apabila kita mengurangi tekanan angin ban saat kita offroad?

Berikut ini 3 kelebihannya di medan offroad:

1. Traksi ban lebih optimal

2. Peredaman suspensi lebih optimal

Karena yang meredam bukan hanya suspensi saja namun mampu mengurangi bantingan serta membantu kinerja suspensi saat mobil melaju di medan ekstrem

3. Mengurangi over spin

Kita bisa melakukan offroad dengan lebih minim effort atau minim usaha pada ban. misal kita melewati bebatuan, lebih bisa meminimalisir pantulan kerikil / batu-batu daripada kita masih pakai tekanan standar.

panduan tekanan angin ban
panduan tekanan angin ban

Berikut ini contoh kasus pada mobil SUV Double Cabin untuk panduan tekanan angin ban :

  1. Aspal (Harian) : 32-35psi
  2. Tanah Kering : 25-30psi
  3. Tanah Becek : 20-25psi
  4. Lumpur Berat (Extreme) : 15-20psi

Daftar diatas hanya sebuah referensi pada double cabin standar. Tentu saja akan berbeda-beda kebutuhan sesuai dengan medan dan beban mobil yang kita kendarai.

Perlu diperhatikan pengurangan tekanan hanya dilakukan jika kendaraan melewati medan offroad. Sesuaikan kembali tekanan angin saat mobil digunakan di jalan beraspal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0