medical stethoscope and mask composed with red foiled chocolate hearts
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
in

Penderita Darah Tinggi Beresiko Kena COVID-19, Ini 5 Cara Mencegahnya

Lalu, kenapa orang dengan penderita darah tinggi beresiko terkena COVID-19?

Katalogue.id – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah (TD) secara menetap >140/90 mmHg dan dianggap parah jika tekanan di atas 180/120. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau tidak di obati dapat menimbulkan komplikasi, stroke, hingga kematian.

Pola makan sehat dengan sedikit garam, olahraga rutin, dan konsumsi obat dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Lalu, kenapa orang dengan penderita darah tinggi beresiko terkena COVID-19?

Ilurtrasi Penderita Darah Tinggi person holding white printer paper
Ilurtrasi Penderita Darah Tinggi, Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Dikutip dari medscape.com dalam artikelnya Interpreting COVID Findings: Avoid These Dangerous Mistakes, hubungan antara penyakit kronis dan kematian kena COVID-19 biasanya karena terjadi komplikasi, hipertensi saja tidak meningkatkan risiko terhadap virus COVID-19.

Dalam diskusi Quora, membahas tentang Mengapa bukan orang dengan resiko tinggi yang diobati kesehatannya? Data Kematian Tertinggi di usia >60 dan dengan kondisi penyerta Hipertensi, Diabetes, Jantung, dan Ginja, salah satu penjawab quora, Jessica Yolanda, yang juga Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengatakan, jadi orang yang sudah sakit darah tinggi itu memang sistem imunnya lebih lemah daripada yang sehat walaupun penyakitnya terkontrol.

Baca juga artikel: Apakah Kunyit Mampu Menurunkan Kolesterol?

Ditambahkan pula, Jum’atil Fajar, Kepala Bidang Pelayanan Medik di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, orang dengan penderita tekanan darah tinggi, dengan kondisi tua, membuat mereka lebih beresiko terjangkit COVID-19 terkait masalah penurunan fungsi sistem imun (daya tahan tubuh).[1]

Dikutip dari American College of Cardiology, Infeksi virus berkaitan dengan peradangan di dalam tubuh yang dapat memperburuk dan meningkatkan risiko kondisi acute coronary syndrome (kondisi gangguan yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke jantung).

Untuk penderita tekanan darah tinggi, masih belum diketahui secara pasti kaitan antara tekanan darah tinggi dan tingkat keparahan COVID-19. Hal ini disebabkan karena penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan komplikasi masalah kesehatan lainnya dan faktor usia lanjut sehingga sulit untuk memisahkan pengaruh masing-masing faktor.

Baca juga artikel: Ketahui Tanda-tanda Happy Hypoxia dalam Kasus Covid-19

Namun, tekanan darah tinggi berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah dan terhambatnya aliran darah ke jantung yang dapat mengganggu fungsi jantung.

medical stethoscope and mask composed with red foiled chocolate hearts
Ilustrasi Jantung, Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

5 Cara mencegah hipertensi

1. Kurangi mengkonsumsi garam

Garam atau natrium berlebih di dalam tubuh Anda membuat semakin tinggi pula risiko Anda mengalami kenaikan tekanan darah.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan, sebaiknya Anda mengonsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh garam dalam sehari. Dengan cara tersebut, Anda bisa mencegah hipertensi dan menjaga tekanan darah tetap normal.

2. Berhenti merokok

Nikotin dan kandungan berbahaya lainnya dalam rokok dapat menaikkan tekanan darah, mengeraskan pembuluh arteri, dan mempersempit denyut jantung.

Dengan berhenti merokok dapat mencegah hipertensi.

Baca juga artikel: Cara Mengetahui Kadar Kolesterol Tinggi pada Tubuh Anda

3. Berolahraga teratur

Aktivitas fisik atau olahraga yang rutin dapat memperkuat jantung Anda, sehingga dapat memompa darah dengan lebih mudah.

Jantung yang kuat pun dapat mencegah kerusakan pada pembuluh darah, sehingga terhindar dari arterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak atau plak di dinding pembuluh darah arteri dan tentunya dapat mencegah dari tekanan darah tinggi.

4. Membatasi Kafein

Kafein dapat ditemukan di berbagai minuman, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman energi. Kafein dapat menaikkan tekanan darah tinggi pada sebagian orang, terutama bagi yang jarang mengonsumsi kopi berkafein secara berlebih.

5. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup dapat mencegah stres serta menjaga kesehatan jantung, hipertensi, dan pembuluh darah.

National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam dalam semalam setiap harinya. Bila kurang dari waktu itu, risiko munculnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Sumber: [1] Mengapa bukan orang dengan resiko tinggi yang diobati kesehatannya? data (jika benar akurat) menunjukkan kematian tertinggi di usia >60 dan dengan kondisi penyerta Hipertensi, Diabetes, Jantung, Ginjal dll. | id.quora.com

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0