Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia
Foto oleh Thirdman dari Pexels
in

Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia, Yuk Simak!

Sejarah Vaksin Masuk Tubuh Manusia

Katalogue.id- Perjalanan vaksin bisa masuk ke tubuh manusia. Definisi dari Wikipedia bahwa, vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit.

Fungsi vaksin sendiri sebenarnya adalah untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit tertentu. Vaksin juga mengandung pemasok yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikrob yang dilemahkan atau mati dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. 

Sejarah Dari Vaksin

Sebut saja Edward Jenner, Ya seorang ilmuan yang pertama kali menemukan vaksin cacar dan vaksinasi (merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular). Pria yang lahir di Berkeley – Gloucestershire, 17 Mei 1749.

Beliau sudah belajar ilmu bedah dengan cara magang kepada ahli bedah terkenal Daniel Ludlow di Sudbary, dekat Bristol. Lalu pada usia 21 tahun, dia hijrah ke London dan magang kepada seorang ahli bedah terkenal bernama John Hanter.

Suatu hari pada tahun 1796, ada seorang gadis pemerah susu bernama Sarah Nelmes mendatangi Edward dan mengeluhkan adanya ruam pada kulit di tangannya. Edward lalu mengambil contoh bahan yang diketahui sebagai penyakit cacar menular pada sapi tersebut atau dengan nama lainnya adalah cowpox.

Dengan menggunakan pisau dan memidahkannya ke lengan anak yang masih berusia 8 tahun yang bernama Jmes Phipps, dia merupakan seorang anak tukang kebunnya. Alhasil, James Phipps pun terkena cacar sapi, tetapi dapat segera disembuhkan.

Dengan keberhasilan Edward itu, telah lahir ilmu yang bernama ilmunologi. Hal tersebut ditandai dengan suksesnya melakukan percobaan sebanyak hampir 23 kasus yang sama.

Anak lelakinya yang masih berusia 11 bulan pun tidak luput dengan percobaan tersebut. Hasil yang telah diteliti, Akhirnya dikumpulkan dalam buku An Inquiry the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae.

Keberhasilan Edward pun menuai pro dan kontra. Metode penelitian yang dilakukan Edward dipandang tidak lazim dan tidak memenuhi kriteria ilmiah yang dianut pada masa itu.

Momentum keberhasilan Edward diketahui sejak ratusan tahun lalu. Vaksin telah digunakan untuk terapi berbagai penyakit. Louis Pasteur mengembangkan teknik vaksinasi pada abad ke-19 dan mengaplikasikan penggunaannya untuk penyakit anthrax dan rabies.

Jenis Penyakit yang Berhasil di Vaksin

Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia
Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia. Photo by Thirdman on Pexels.com

Dengan vaksin pula, beberapa penyakit besar yang melanda umat manusia dapat dikontrol atau dibatasi penyebarannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat beberapa jenis vaksin pertama yang digunakan manusia :

  • Cacar ( Infeksi virus sangat menular yang menyebabkan ruam melepuh, seperti gatal pada kulit) pada tahun 1798.
  • PES (  penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis) pada tahun 1897.
  • Rabies ( Suatu virus mematikan yang menyebar ke manusia dari air liur hewan yang terinfeksi) pada tahun 1885.
  • Pertusis ( penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri) pada tahun 1926.
  • Difteri ( Infeksi serius pada hidung dan tenggorokan yang mudah dicegah dengan vaksin) pada tahun 1923.
  • Tuberkolosis ( penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru.) pada tahun 1927.
  • Tetanus ( Infeksi bakteri serius yang menyebabkan kejang otot menyakitkan dan dapat menyebabkan kematian) pada tahun 1927.
  • Yellow fever ( Infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk spesies tertentu) pada tahun 1935.

Vaksin telah mengalami perkembangan percepatan yaitu terjadi setelah Perang Dunia ke II. Vaksin polio suntik pertama diaplikasikan pada manusia pada 1955, lalu polio oral (1962), campak (1964), mumps (1967), rubella (1970), dan hepatitis B (1981).

WHO pun mencanangkan beberapa program vaksinasi dengan target eradikasi penyakit. Untuk cacar, penyakit yang sejak awal mencatat sejarah vaksinasi, kasus terakhir terjadi di Somalia pada 1977.

Sementara penyakit polio, ditargetkan WHO teradikasi 2000. meski target ini tidak sepenuhnya tercapai tetapi eradikasi hampir dikatakan berhasil.

Vaksin Covid-19

Dikutip Alodokter, Pada akhir Desember 2019 lalu, di Wuhan China telah muncul virus yang bernama Corona. Ya, virus yang juga disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) virus ini dapat menular dengan sangat cepat dan telah menyebar.

Hampir semua negara terdampak virus tersebut, bahkan dalam waktu beberapa bulan saja juga sudah sampai di Indonesia. Covid-19 ini merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi saluran pernapasan.

Dengan gejala misalnya sakit flu, namun juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan seperti pada paru-paru (pneumonia). Virus tersebut dapat ditularkan melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan.

Beberapa waktu lalu, di Indonesia telah ramai akan diadakannya vaksinasi masal dengan salah satu nama vaksin yaitu Sinovac. Definisi vaksinasi disebut juga imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit.

Seperti yang telah ditemukan Edward Jenner, yang mengambil artian vaksin dari bahasa latin sapi, yaitu vacca.

Mengenal Sinovac

Pengertian Vaksin Sinovac adalah vaksin berjenis virus mati, vaksin ini menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.

Untuk penggunaannya pun harus memerlukan memerlukan beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit.

Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia
Mengenal Sinovac. Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Seorang ahli juga mengatakan bahwa virus yang disuntikkan ke manusia itu utuh. Sebelumnya virus itu telah dirusak atau dimatikan secara genetik dengan bahan kimia, suhu panas atau radiasi.

Perjalanan Vaksin Bisa Masuk ke Tubuh Manusia,Seperti ini cara kerja dari Sinovac :

  1. Terbuat dari virus corona.
  2. Menonaktifkan virus corona.
  3. Mendorong sistem kekebalan tubuh.
  4. Membuat antibodi.
  5. Menghentikan virus.
  6. Mengingat virus tersebut.

Adapun efek samping dari vaksin tersebut adalah berupa demam dan juga berupa sakit kepala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0