Inseminasi buatan pada sapi dan biaya.
Photo by Julia Volk on Pexels.com
in

Mengetahui Inseminasi Buatan Pada Sapi dan Biaya

Biaya Inseminasi Buatan Pada Sapi

Katalogue.id – Mengetahui inseminasi buatan pada sapi dan biaya. Inseminasi buatan atau kawin suntik pada budidaya sapi perah dan sapi potong sudah dikenal di Indonesia sejak 1976. Meski demikian, teknik memasukkan semen beku (mani) yang telah dicairkan untuk meningkatkan reproduksi ini berkontribusi menyebabkan timbulnya gangguan kesuburuan pada sapi.

Menurut ahli kesehatan hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prabowo Purwono“ bahwa Inseminasi dapat menyebabkan 30 sampai 50 persen sapi di Indonesia mengalami gangguan reproduksi.

Munculnya gangguan reproduksi pada sapi ini, disebabkan oleh pelaksanaan inseminasi buatan yang kurang sesuai dengan aturan. Sehingga menyebabkan kasus anestrus (tidak birahi), repeat breading (kawin berulang), dan nimfomania (birahi terus menerus) pada sapi di kemudian hari.

Namun dampak baik dan buruk kawin suntik juga ditentukan oleh faktor akseptornya. Apalagi kekurangsuburan sapi muncul setelah inseminasi buatan. Gangguan reproduksi melekat dari inseminasi buatan. Tapi dampak negatif dari teknik ini memang tidak pernah diungkap.

Apa itu Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan pada sapi dan biaya.
Inseminasi buatan pada sapi dan biaya. Photo by Matthias Zomer on Pexels.com

Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik merupakan salah satu bioteknologi yang kini mulai diterapkan dalam peternakan sapi modern untuk meningkatkan tingkat kelahiran ternak secara cepat dan teratur.

IB ini dilakukan dengan cara memasukkan mani (spermatozoa atau semen) ternak jantan ke dalam saluran alat reproduksi betina. Yang mana semen (mani) tersebut telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu. Proses memasukkannya pun menggunakan metode dan alat khusus yang biasa disebut insemination gun.

Tujuan Inseminasi Buatan

Peternak sapi di indonesia sebagian besar  dalam berusaha ternak sapi masih secara tradisional bahkan beternak dianggap sebagai tabungan serta usaha sampingan. Di sisi lain produktivitas ternak sapi potong maupun sapi perah beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan  menurun.

Sementara di lain pihak pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan rata-rata 1,5 persen per tahun. maka diperkirakan permintaan daging dan susu akan terus meningkat. Adapun tujuan inseminasi buatan sapi adalah sebagai berikut.

  • Memperbaiki mutu genetika ternak.
  • Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya.
  • Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur.
  • Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.

Keuntungan dan Kerugian Inseminasi Sapi

Adapun keuntungan dan kerugian dalam melakukan inseminasi buatan pada sapi potong diantaranya adalah

Keuntungan Inseminasi Sapi

  • Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan.
  • Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.
  • Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding).
  • Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama.
  • Semen beku ( mani) masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati.
  • Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar.
  • Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Kerugian Inseminasi Sapi

  • Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan.
  • Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku ( mani) yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan atau breed kecil.
  • Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku ( mani) dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama.
  • Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0