Vaksin Covid-19 Datang, Dunia Musik dan Film pun Tenang
Photo by Donald Tong on Pexels.com
in ,

Vaksin Covid-19 Datang, Dunia Musik dan Film pun Tenang

Vaksin Datang dan Hidupkan Kembali Dunia Film dan Musik

Katalogue.id- Vaksin Covid19 datang, dunia musik dan film pun tenang. Kabar gembira ini pun telah membawa angin segar bagi dunia musik dan film. Semenjak adanya pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan yang berhubungan dengan kerumunan telah dihentikan atau ditiadakan. Dunia seni dan hiburan pun ikut terkena dampaknya.

Ahmad Mahendra selaku Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menyatakan vaksin diharapkan bisa memberi rasa kepercayaan, misalnya untuk mengadakan pertunjukan musik, yang tetap mematuhi protokol kesehatan.

Surat Terbuka Dunia Musik dan Film

Dikutip dari mediaindonesia.com bahwa beberapa waktu lalu, pelaku industri kreatif, termasuk film dan musik, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut dilayangkan agar pemerintah memberikan dukungan bagi industri kreatif yang terdampak pandemi.

Perwakilan pelaku industri film bertemu dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi membahas usulan stimulus untuk industri musik dan film. Mahendra berharap usulan stimulus tersebut bisa segera disetujui. “Kita doakan stimulus disetujui presiden supaya industri film bisa bangkit lagi,” kata Mahendra.

Berkaitan dengan upaya untuk membantu industri film, Mahendra mengatakan berencana untuk memfasilitasi film-film yang masuk ke bioskop dan kampanye menonton film di bioskop yang aman dengan protokol kesehatan.

Vaksin Covid-19 Datang, Dunia Musik dan Film pun Tenang
Vaksin Covid-19 Datang, Dunia Musik dan Film pun Tenang. Photo by John-Mark Smith on Pexels.com

Pemerintah sedang mengkaji bantuan untuk pembelian tiket film di bioskop. Tahun lalu, upaya pemerintah untuk membantu industri perfilman adalah menayangkan sekitar 100 film dalam program Belajar Dari Rumah. Kemendikbud juga mendukung kompetisi film pendek yang diadakan di masa pandemi ini. Menurut Mahendra bisa membuka kesempatan bagi sineas muda untuk berkembang sekaligus memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia.

Tahun lalu, ketika kegiatan banyak yang harus dilakukan dari rumah, sejumlah film pendek buatan lokal viral. Menurut Mahendra, film pendek merupakan salah satu medium yang penting dalam menggali kearifan lokal, didukung dengan berbagai teknologi yang mudah dijangkau seperti ponsel pintar.

Vaksin Selamatkan Dunia Musik dan Film

Vaksin Covid19 datang, dunia musik dan film pun tenang. Selain mengandalkan Vaksin Covid-19 dunia musik dan film harus menerapkan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19, yang melanda dunia, termasuk Indonesia, telah berdampak pada hampir semua sektor. Tidak terkecuali pada industri hiburan yakni dunia perfilman Tanah Air yang benar-benar mati suri selama masa krisis ini.

Pelaku industri perfilman Joko Anwar mengatakan industri perfilman merupakan sektor yang sangat terpukul akibat pandemi yang berlangsung selama lebih dari setahun. Kebijakan penanganan penyebaran covid-19 membuat bioskop-bioskop harus ditutup. Padahal sekitar 90% pendapatan film berasal dari penjualan tiket bioskop tersebut. Sementara, 10% lagi dari streaming platform, termasuk juga free to air seperti FTV dan lain-lain,” ungkapnya dalam acara virtual ‘NGOPI: Bersama Joko Anwar!’

Vaksin Covid19 datang, dunia musik dan film pun tenang
Vaksin Selamatkan Dunia Musik dan Film. Photo by Photography Maghradze PH on Pexels.com

Acara tersebut diselenggarakan Divisi Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga PPI Belanda, Sabtu (27/3) malam. Direktur, produser, screenwriter, sekaligus actor itu menerangkan, meski ada sejumlah pelonggaran pembatasan, industri film belum mampu keluar dari peliknya masalah saat ini. Pelonggaran 50% kuota penonton di bioskop tidak berlaku di semua daerah di Indonesia. Menurut Joko, menonton di bioskop sebenarnya jauh lebih aman dibandingkan dengan makan di restoran atau lainnya.

Protokol Kesehatan Bagi Dunia Musik dan Film

Penerapan protokol kesehatan pun akan lebih efektif dilakukan di bioskop. Namun, layaknya chicken and egg, baik produsen dan penonton sama-sama khawatir. Penonton masih takut untuk pergi ke bioskop, sedangkan produsen masih takut untuk merilis film mereka apabila pengunjung tidak sesuai harapan.

Lantas, para pelaku industri perfilman pun harus membanting setir untuk bisa survive. Kebanyakan dari mereka terpaksa berkecimpung di industri lain atau bisnis kecilan-kecilan. “Cara adaptasinya kita beralih profesi jual makanan, jual jengkol, semur. Iya gitu awal-awal kita masih jual makanan gitu,” kata dia.

Kondisi tersebut, lanjutnya, akan semakin memburuk bila tidak ada kebijakan dan perhatian terhadap industri yang berkontribusi besar pada ekonomi nasional. Indastri perfilman harus segera diselamatkan dan kembali ke masa jayanya. Peraih Piala Citra untuk Sutradara Terbaik 2020 dan 2015 itu menjelaskan bahwa banyak orang yang mencari nafkah dari sektor industri tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0